Wednesday, June 8, 2011

which cooking oil should we use?

di panekuk sanur lagi ngebahas soal minyak masak. ini artikel singkat dari Dr. Tan Shot Yen :


Girls

Gara2 bahas nasi goreng es teler 77 di melbourne yang minyaknya bisa buat mijet itu, gue jadi teringat tentang masalah minyak.Minyak goreng (dari utk numis dan deep fry) di luar negri (termasuk singapore,hongkong, apalagi di luar asia - sudah gue tandain tuh)yang dipakai BUKAN MINYAK KELAPA. Ini health issue terbesar tentang masalah minyak. Bukan urusan kolesterol (kolesterol dibuat di organ hati, jadi makhluk hidup yg ngga punya liver nggak boleh ngacung ngaku punya kolesterol). Problemnya adalah carcinogen (tendensi menyebabkan cancer) akibat PROSES PEMANASAN, baik dalam proses ekstraksi minyaknya hingga penggunaan minyaknya (ditumis, digoreng).

Dalam deretan minyak yang saat ini perlu dihindari termasuk minyak jagung (ini the worst case, jangan terpengaruh promosi! BE AWARE), canola, cotton seed oil, sunflower seed oil, hingga minyak kedelai (ini yg paling murah, paling gila2an dipakai). Minyak kedelai sering disebut 'salad oil' (jadi hati2, puter labelnya, baca KOMPOSISInya) . Semua minyak tersebut mempunyai titik jenuh yang RENDAH, artinya hanya dengan pemanasan kurang dari 100 derajat celcius saja mempunyai TENDENSI PERUBAHAN STRUKTUR KIMIA, yang... menyebabkan masalah.

Lain dengan MINYAK KELAPA (palm oil). Disebut lebih 'lumayan' ketimbang minyak2 di atas lainnya karena selain mengandung asam laurat (LAURIC ACID) juga merupakan medium-chain- fatty acid. ASI alias breast milk terbukti juga salah satu sumber LAURIC ACID sehingga bayi mempunyai kekebalan tubuh tinggi. Selain itu, kerusakan minyak kelapa dengan proses menumis dan menggoreng bisa dikatakan sangat minimal.

Betul, lebih baik tidak menggoreng - jauh lebih baik. Tapi sungguh HINDARI minyak lain selain MINYAK KELAPA. Buka www.naturalnews.com, ketik "lauric acid" atau "coconut oil" atau bisa juga masuk ke www.mercola.com, website Dr. Joseph Mercola yang banyak membeberkan bukti ilmiah masalah minyak goreng.

Extra virgin olive oil memang BAIK, in terms of processing nya. Minyak zaitun bagus karena TIDAK DIEKSTRAKSI DENGAN PEMANASAN. Sifatnya cold-pressure. Tapi minyak zaitun jadi masalah jika dipakai UNTUK MENUMIS DAN MENGGORENG. Cukup untuk dressing.


yang bikin kaget, ternyata minyak sawit yang dari kecil dipake lebih bagus dibanding minyak2 lainnya itu untuk urusan menumis dan menggoreng..

astaga... :O berarti selama ini salah kaprah donk yah?

mungkin harus bilang ke nyokap buat balik lagi ke minyak sawit?

tapi ada yang bilang minyak kelapa (bukan sawit, palm oil) lebih bagus dibanding minyak sawit (coconut oil)? harus cari2 artikel2 lain dulu nih buat ngebandingin..

oh, ya, ada artikel satu lagi soal cooking oil. diklik aja link-nya..

social and politic issues

not really my cup of tea, but i do read news and articles about those issues.

and quoting Daniel Ziv's tweet several days before, when i think that Indonesia's problems have gotten so bad, i try to look at our neighbor and be thankful. That neighbor is so... hmmmm.. what should i call it? non-sense? injustice? inhuman?

those news about that neighbor makes me so grateful for being born here in Indonesia. where diversity are accepted. indeed sometimes the discrimination is still exist, but comparing to them, here is so much better.

and i am still seeing hope for this country to change.

towards the better.

because people are still care. people are still taking part of every side of life.

and also still pray for the better one.