Friday, August 15, 2014

Promises of the Sun

The last movie of Doraemon is now showing in Japan (and hopefully soon in Indonesia.)

I stumbled upon the soundtrack few days ago, the song is titled Himawari no Yakusoku (Promises of the Sun/Promises on A Sun; I don't know which one is the good translation of the title), sung by Hata Motohiro (whom I knew few months ago, because he sang duet with Atsuko Maeda, and I've been a fan of him since then!)


I almost shed a tears when watching the PV, and I just know that I will cry (hard!) if I watch the movie.

The song is so beautiful and I can't help but share the lyrics in my blog. I found a good translation of the song from here.

So I just copy and share it here. All credits of the lyrics go to http://yuzujpoptranslations.tumblr.com/

Japanese
ひまわりの約束

どうして君が泣くの まだ僕も泣いていないのに
自分より 悲しむから つらいのがどっちか わからなくなるよ

ガラクタだったはずの今日が ふたりなら 宝物になる

そばにいたいよ 君のために出来ることが 僕にあるかな
いつも君に ずっと君に 笑っていてほしくて
ひまわりのような まっすぐなその優しさを 温もりを 全部
これからは僕も 届けていきたい ここにある幸せに 気づいたから

遠くで ともる未来 もしも 僕らが離れても
それぞれ歩いていく その先で また 出会えると信じて

ちぐはぐだったはずの歩幅 ひとつのように 今 重なる

そばにいること なにげないこの瞬間も 忘れはしないよ
旅立ちの日 手を振る時 笑顔でいられるように
ひまわりのような まっすぐなその優しさを 温もりを 全部
返したいけれど 君のことだから もう充分だよって きっと言うかな

そばにいたいよ 君のために出来ることが 僕にあるかな
いつも君に ずっと君に 笑っていてほしくて
ひまわりのような まっすぐなその優しさを 温もりを 全部
これからは僕も 届けていきたい 本当の幸せの意味を見つけたから

Romaji
Himawari no Yakusoku

Dōshite kimi ga nakuno   Mada boku mo naite inainoni
Jibun yori   Kanashimu kara   Tsurainoga docchika   Wakaranaku naruyo

Garakuta datta hazu no kyō ga   Futari nara   Takaramono ni naru

Soba ni itaiyo   Kimi no tame ni dekiru koto ga   Boku ni arukana
Itsumo kimi ni   Zutto kimi ni   Waratte ite hoshikute
Himawari no yō na   Massugu na sono yasashisa wo   Nukumori wo   Zenbu
Korekara wa boku mo   Todokete ikitai   Koko ni aru shiawase ni   Kidzuita kara

Tōku de   Tomoru mirai   Moshimo   Bokura ga hanaretemo
Sorezore aruiteiku   Sono saki de   Mata   Deaeru to shinjite

Chiguhagu datta hazu no hohaba   Hitotsu no yō ni   Ima   Kasanaru

Soba ni iru koto   Nanigenai kono shunkan mo   Wasure wa shinaiyo
Tabidachi no hi   Te wo furu toki   Egao de irareru yō ni
Himawari no yō na   Massugu na sono yasashisa wo   Nukumori wo   Zenbu
Kaeshitai keredo   Kimi no koto dakara   Mō jūbun dayotte   Kitto iukana

Soba ni itaiyo   Kimi no tame ni dekiru koto ga   Boku ni arukana
Itsumo kimi ni   Zutto kimi ni   Waratte ite hoshikute
Himawari no yō na   Massugu na sono yasashisa wo   Nukumori wo   Zenbu
Korekara wa boku mo   Todokete ikitai   Hontō no shiawase no imi wo mitsuketa kara


English
A Promise on a Sunflower

Why do you cry  
When I’m not even crying yet
Because you grieve more than me, I can’t tell who’s the one suffering anymore

This day that was supposed to be useless  
Becomes a treasure when we’re together

I want to stay close to you  
Is there anything that I can do for you
Because I want you to always keep smiling, all the time
All of your kindness and warmth that’s so straightforward like a sunflower
I want to give some of that from me to you from now on too  
Because I realized the happiness that I have here

The future that’s alight far away  
Even if we are separated
Believe that we will meet again, further down the paths that we’ll each walk

Our paces that were supposed to be irregular  
Come together now, as if they were one

That you’re by my side
Even this commonplace moment I won’t forget it
The day that we depart, the time when we’ll wave goodbye  
So that I’ll be able to smile then
All of your kindness and warmth that’s so straightforward like a sunflower
I want to give some to you too, but knowing how you are  
You’ll probably say that I’ve done enough already

I want to stay close to you  
Is there anything that I can do for you
Because I want you to always keep smiling, all the time
All of your kindness and warmth that’s so straightforward like a sunflower
I want to give some of that from me to you from now on too  
Because I found the true meaning of happiness

And here is the PV:


Wednesday, August 13, 2014

Christchurch #OperationKiwi (part 7)

Bagian terakhir perjalanan ke NZ adalah ke kota Christchurch.

Setelah brunch di Mount John Observatory, mampir dulu ke tempat pembuangan akhir. Di dekat camp di Lake Tekapo ada tempat untuk membuang grey and black water. Setelah memastikan bahwa semua air kotor sudah terbuang, perjalanan dilanjutkan ke arah Christchurch.

Perjalanannya cukup panjang, kira-kira 4-5 jam. Sempet mampir dulu di kota kecil untuk ke toilet. Kemudian sempet kejebak traffic jam di pinggiran menuju Christchurch, jadi mampir dulu ke McD buat ke toilet lagi dan beli apple pie :P

Di Christchurch, kami menginap di South Brighton Motor Camp. Waktu dateng udah gelap, ketemu sama penjaga (atau yang punya?), tanya-tanya, bayar, dapet akses internet, terus langsung parkir. Setelah beberes dan memastikan bahwa listrik sudah tersambung ke campervan, baru deh cari lokasi toilet dan dapur.

Malamnya makan rada barbar karena harus menghabiskan separo sisa makanan yang ada, kemudian menyisakan sebagian buat sarapan keesokan paginya. Malam itu akhirnya makan pork chop, sauteed veggies dalam jumlah besar, boiled potato dalam jumlah besar juga. Tapi semua habis hahaha.

Kelar makan dan beberes di dapur, memastikan bahwa semuanya bersih kembali, balik lagi ke campervan dalam kondisi kedinginan. Masuk campervan sambil beberes sambil minum ampe mabok xD Dan mulai ga rela kalau liburannya mesti berakhir besok.

Pagi terakhir pas lagi bikin sarapan, ketemu sama pasangan orang asli Christchurch yang rumahnya lagi direnovasi akibat gempa. Terus dia lagi bikin pancake pake adonan instan yang tinggal ditambah air doank. Sesuatu yang ga kami perhatiin sebelomnya terus menyesal kenapa ga lebih perhatian pas di supermarket :P

Kelar sarapan dan mandi, kami pergi ke North Hagley Park di tengah kota Christchurch. Sayang udah masuk musim dingin, jadi udah pada botak dan ga terlalu kesisa daun-daun kuning yang bagus buat foto. Meski tetep aja sih foto-foto juga xD
Foto-foto di North Hagley Park
Kelar foto-foto karena udah siang, kami cari makan siang di tengah kota. Sempet browsing tripadvisor, ada tempat woodfire pizza lumayan terkenal, namanya BASE woodfire pizza. Pizzanya enak, tipis, ga terlalu mahal, toppingnya juga lumayan variatif.
BASE woodfired pizza
Kelar lunch, check in hotel, terus cowo-cowo balikin campervan ke deket bandara, sambil anter salah satu dari kami yang mau terbang ke Melbourne. Yang tersisa akhirnya jalan-jalan di area deket hotel sama belanja ke supermarket cari oleh-oleh terakhir (dan cider buat dibawa pulang :P)

Kondisi Christchurch tahun lalu sebenernya sudah membaik, pembangunan kembali sudah mulai jalan, tapi katedralnya aja belum bener-bener kelar direnov. Banyak bangunan juga masih hancur. Tapi komunitas anak mudanya berinisiatif untuk membangun kota dengan memanfaatkan container box jadi toko/cafe. Kekurangan penduduk muda juga sepertinya jadi masalah untuk kecepatan renovasi kota. Yang kerja di jalan keliatan udah pada tua. Sedikit banget ketemu yang masih muda. Jadi ga heran sih kalau agak lama kotanya bisa bener-bener pulih seperti sebelum gempa.
Cafe dari container box
Katedral yang masih direnovasi
Keesokan harinya, kami flight pagi balik ke Jakarta, tapi transit via Sydney. Dari hotel udah book shuttle untuk ke airport yang bisa dibook online lewat website. Nama shuttle car-nya Super Shuttle. Tapi ya karena shuttle berbanyak, abis dijemput masih mampir ke beberapa hotel lain dulu sebelum akhirnya ke airport.

Airportnya Christchurch kecil, sempet beli coklat sama wine juga di sana, karena kapan lagi ke NZ? Ga sempet cari tahu wine yang terkenal apa, jadi modal tanya spg, beli 2 wine, terus NZD-nya abis xD

14 hari yang sangat menyenangkan meski ada kejadian di luar rencana. Ada beberapa yang tetep belom kesampaian jadi malah bikin pengen balik lagi ke sana. Tapi lain kali pengen di South Island aja, soalnya lebih bagus pemandangannya, terus banyak tempat-tempat unik di sana. Semoga bisa cepat kembali lagi :)



Monday, August 11, 2014

Lake Pukaki, Mount Cook, Lake Tekapo #OperationKiwi (part 6)

Dari Manapouri, tujuan berikutnya adalah Lake Pukaki, dimana di Lake Pukaki ini katanya ada salmon terenak seNZ (atau sedunia? entahlah.) Nama tempatnya Mt. Cook Alpine Salmon. Lokasinya gampang ditemukan, persis sebelah Lake Pukaki, terus ada tempat parkir besar. 

Salmonnya ketika dicoba beneran enak bangettt (tapi harganya mahal! Hahaha!) Salmonnya gendut berlemak, lumer di mulut. Rasanya seger banget.

Mt Cook Alpine Salmon yang endeusss
Sayangnya setelah kita makan, pas mau beli lagi tokonya keburu tutup. Jadi cuma sempet numpang ke toilet (yang lumayan gede dan bersih) plus foto-foto menjelang mentari terbenam. Anginnya lagi kenceng banget, jadi sempet kesulitan dapet foto yang bagus. Akhirnya karena udah mulai gelap, kita jalan menuju ke lokasi camping yang ga jauh dari situ. Ternyata lokasi campingnya cuma bukit tanpa ada apa-apa.. Bahkan toilet pun ga ada...

Lake Pukaki
Tapi malam itu, kita bisa liat bintang banyak banget karena langitnya begitu bersih. Meski super kedinginan (suhunya 3 derajat celcius ajah) tapi akhirnya sempet bertahan beberapa menit buat menikmati langit berbintang yang ga akan didapat di Jakarta :P

Keesokan paginya, cuma sikat gigi sama cuci muka, terus kita foto-foto deh di deket danau. Cantik banget Lake Pukaki ini. 

Dari baca blog orang, deket Lake Pukaki ini ada Salmon Farm lain yang katanya ga kalah enaknya sama yang kemarin sore dicoba. Jadi setelah mencari lokasinya di GPS, kami ke sana. Beli salmon sashimi sama smoked salmon. Salmon sashiminya sih kalah enak sama yang kemarin, tapi smoked salmonnya lumayan juga. 

Tujuan berikutnya adalah Mount Cook. Gak mau main sih, cuma pengen foto dan jalan aja. Sayangnya hari itu cuaca kurang bersahabat. Badai cukup besar, ditambah hujan salju, sempet membuat kita cuma diam aja di campervan menikmati makan siang sambil deg-deg-an karena campervannya goyang-goyang diterjang badai salju. Setelah bangun snowman kecil seadanya, kita sempet foto-foto sebentar, terus akhirnya terpaksa pergi sebelum badainya bertambah parah.

Dari Mount Cook, kita ke campsite berikutnya, yakni Lake Tekapo. Campsitenya agak mahal. Kalo ga salah waktu itu abis 50$ buat powered-site, dan belum termasuk air panas. Kamar mandinya sih gratis kalau cuma mandi pakai air dingin, tapi ya berhubung lagi musim dingin, siapa juga yang mau mandi pake air dingin. Jadi cara cheapo kami adalah, bayar 2$ terus mandi berdua sepasang-sepasang :P Lumayan lah dapet 15 menitan mandi air panas. Tapi jangan dibayangin begitu masukin 2$ langsung keluar air panasnya. Nunggu dulu 30 detik. Tapi begitu 15 menitnya abis, masih kesisa sedikit air panasnya. Kelar mandi, make-up room-nya gede, jadi ga akan rebutan sama orang lain. Colokan buat pake hairdryer juga tersedia banyak. 
Lake Tekapo

Malam itu sempat turun salju :D Seneng deh biarpun ga lagi di gunung salju sempet ngerasainnya juga hujan saljunya. Paginya gw sempet lari sebentar. Dingin banget anginnya, jadi ga kuat kenceng dan lama. Yang paling nyebelin, iphone gw yg gw pegang pake tangan pas jogging, sempet jatoh di batu, yang mengakibatkan layar bagian bawah deket tombol home-nya retak :( Fungsi lainnya gak ada yang keganggu, jadi masih bisa dipakai seperti biasa. Kelar mandi dan beberes, kita jalan ke Church of the Good Shepherd yang lokasinya ya ga sampe 5 km dari Tekapo. Gerejanya kecil, tapi dirawat dengan baik, dijagain juga sama seorang opa. Kalau mau ngasih sumbangan juga bisa buat perawatan. Gerejanya keliatan banget udah tua, tapi damai banget suasananya. Kayaknya sih gereja Katolik ya, tapi nanti dipastiin lagi bener ato ga. Sempet berdoa dulu di sini sebentar, terus foto. Deket gereja juga ada patung doggy. Anjing penjaga sesuatu. Oke, udah lupa. Nanti dicari tahu lagi :P 
Church of the Good Shepherd
Berhubung udah lapar, perjalanan dilanjutkan ke Mount John Observatory. Di area ini ada cafe, makanan dan minumannya enak-enak, meski agak mahal. Tapi cafe-nya bisa dibilang jual pemandangan juga, karena sekelilingnya dilapis kaca, jadi bisa liat pemandangan. 
Iphone naas yang jatoh saat lari
Taken at Mount John Observatory


Pas kita mau foto-foto anginnya sempet rada kenceng, jadi kesulitan buat foto. Setelah beberapa kali take cepet, akhirnya disudahi deh sesi fotonya. 

[bersambung ke part 7]



Friday, August 1, 2014

Unforgettable Milford Sound #OperationKiwi (part 5)

Bisa dibilang, Milford Sound ini salah satu tujuan utama datang ke NZ. Salah satu tujuan wisata utama di pulau Selatan, yang menjanjikan keindahan dan keajaiban alam luar biasa. Sayangnya, waktu ke sana, cuaca lagi ga bagus. Udah sehari sebelumnya ga kesampean ke glacier, pas mau ke Milford Sound ini juga, kita cek perkiraan cuaca dan cuacanya ga akan bagus. Hiks. Ya tapi mau gimana lagi, udah deket tempatnya, jadi kita samperin. Ternyata cuaca jelek bikin kapal ga ada yang jalan pagi. Penyedia tour pun tidak ada yang berani menjanjikan apakah hari itu bakal bisa jalan atau ga.

Kita disuruh nunggu kira-kira sampai siang, kalau cuaca membaik, baru bakal jalan. Kita sempat berkeliling ke beberapa penyedia tour, cek harga, rute, besar kapal, dll. 

Dari semuanya, akhirnya kita pilih Southern Discoveries. Kapalnya memang kecil yang kita naikin, tapi karena turis-turis lain kebanyakan pilih Real Journeys, ketika akhirnya kapal bisa jalan (YEAYYY!!!) cuma ada sekitar 10 orang lain selain kami. Jadinya bebas bergerak foto sana-sini.

The photos didn't do justice to the beauty of milford sound. It is so breathtakingly beautiful that photos cannot simply delivered.



Saking senengnya, kita beneran ambil foto sebanyak-banyaknya dan gila-gilaan selama cruise. Ketika mau berbalik, ombaknya gede banget, dan kapal sempet goyang lumayan kenceng dan bikin deg-degan. Syukurlah setelah 5 menit kapal menuju arus yang lebih tenang. Pas hampir sampe lagi di tempat berangkat, kita sempet ngobrol sama nahkodanya dan ternyata nahkodanya udah pernah ke bali dan lombok. Pada akhirnya kita saling memuji keindahan negara masing-masing. Hehe...
Di parkiran aja pemandangannya bagus begini
Kelar dari Milford Sound, karena udah menjelang sore, kita akhirnya memutuskan untuk langsung ke penginapan di Manapouri. Kali ini pilih penginapan swasta, berbayar, tapi ada shower air panas dan dapur. Tidurnya sih tetep di dalam campervan. Tempatnya lucu, dapurnya besar dan lumayan komplit peralatannya, tapi udah pada tua dan pisau-pisaunya rada karatan. Kamar mandinya asik, tapi lumayan gelap ke sananya dan dingin banget deh begitu kelar mandi. Pas di penginapan ini, sempet ketemu keluarga dengan 2 anak masih lumayan kecil (di bawah 12 tahun) dari Eropa (salah satu negara Skandinavia) yang lagi liburan. Mereka keesokan harinya mau ke Doubtful Sound (tempat yang mirip sama Milford Sound tapi denger-denger jauh lebih bagus dan lebih mahal.)

Pagi-pagi sebelum pergi lagi, sempet keliling sebentar di sekitaran penginapan dan dapetin pemandangan bagus meski cuaca sedang berawan.

Dari Manapouri kita menuju Lake Pukaki. Di jalan tiba-tiba pemandangannya sungguh berbeda. Kalau biasanya pohon-pohon, bukit-bukit hijau, ini udah kaya padang gurun. Gak pake mikir lagi, kita langsung berhenti untuk foto :P



[bersambung ke part 6]