2 hari yang lalu Edward Suhadi menulis blog yang isinya refleksi 7 tahun pernikahan dia tanpa anak.
Isinya menarik, dan tambah menarik dengan banyak komentar dari orang-orang yang mendukung maupun menghujat opininya.
Yang mendukung, banyak karena memang punya anak itu tanggung jawab yang besar, jadi kalau disiapkan dengan baik ya semoga anak yang lahir akan jadi baik pula. Ada juga yang mendukung karena trauma masa kecil, terlahir dari orangtua yang tidak siap punya anak, lalu merasa dia jadi tersakiti selama perjalanan hidup masa kecilnya, jadi dia mendukung pasangan yang benar-benar mempersiapkan diri sebelum punya anak.
Yang menghujat hampir sama banyaknya. Ada yang bilang mereka egois, ada yang bilang punya anak itu bukan pilihan tapi anugerah Tuhan (memang punya anak anugerah sih, tapi apa kabar teman-teman yang susah sekali mau punya anak tapi ga dikasih-kasih?), ada yang bilang 7 tahun ini mereka cuma menghamburkan uang dengan jalan-jalan ke sana dan ke mari (ya duit, duit mereka ya, terserah juga sih mau dipakai buat apa, memangnya ada yang tahu tabungan mereka saat ini ada berapa? atau apakah sebenarnya mereka jangan-jangan malah sudah punya tabungan pendidikan anak yang cukup sampai 15-20 tahun ke depan? :p), ada yang bilang punya anak itu kewajiban dan tanpa kehadiran anak keluarga jadi tidak lengkap.
Rame deh komentar-komentarnya, dan beberapa bahkan mengarah ke kasar. Hehe..
(sisanya silakan dibaca di blog-nya langsung)
Gw sendiri termasuk yang setuju dengan pemikiran dia. Punya anak adalah tanggung jawab yang teramat besar. Kalau Tuhan kasih, memang siap ga siap harus diambil, tapi boleh donk kita memilih untuk menyiapkan hati dan pikiran dulu sebelum bilang "iya" sama Tuhan?
Tapi kan mana tahu kapan Tuhan kasih? Kalau abis nikah langsung dikasih gimana? Ya, sambil menunggu anaknya lahir sambil mempersiapkan hati. Tapi kalau diizinkan untuk memiliki waktu hanya berdua dulu untuk menyamakan visi dan misi bukankah akan menguntungkan untuk semua?
Dulu, waktu sebelum nikah, pengennya cepet punya anak. Kenapa? Biar pas anaknya gede, kita yang jadi orangtua masih cukup muda dan kuat untuk mendampingi mereka. Gw terlahir dari orangtua yang nikah di umur yang sangat muda, jadi sempat terbersit keinginan untuk jadi seperti mereka. Tapi kan nasib berkata lain. Di umur yang sama dengan Mama mengandung adik gw, gw baru nikah :p Terhempaslah impian punya anak di umur sangat muda.
Lalu setelah berdiskusi panjang sejak sebelum menikah, karena satu dan lain hal, diputuskan untuk ditunda dulu punya anaknya. Ah, jalan-jalan dulu yuk. Mari menunda setahun.
Sekarang sudah hampir setahun. Rencana menunda setahunnya bagaimana? Itu sudah dibicarakan lagi dan kita liat saja nanti apa yang kami putuskan ;)
Prioritas saat ini adalah pindah ke apartemen yang sudah terbeli dan mau segera direnovasi, biar bisa merasakan hidup mandiri tanpa bantuan orangtua.
Lalu punya anaknya kapan? Lihat saja nanti pada saatnya :p
Wednesday, April 16, 2014
Tuesday, April 15, 2014
salon langgananku...
udah tutup :((
ga tahu kenapa, yang punya tiba-tiba menutup usaha dan menjual ruko yang dulu dijadiin salon.
udah berusaha cari tahu kenapa, jawaban yang gw dapet adalah udah jenuh 25 tahun usaha salon.
ya, hak mereka sih yang punya usaha mau diapain usahanya..
tapi gw sedih T_T
mana salon ini murah dengan kualitas sepadan kaya salon-salon mahal..
dimana lagi potong rambut sama yang punya salon cuma 100ribu?
make up sama dia juga ok banget dengan harga yang ga mahal..
hiks..
sekarang harus berjuang lagi mencari salon yang cocok.. dengan harga yang ga mencekik leher..
ga tahu kenapa, yang punya tiba-tiba menutup usaha dan menjual ruko yang dulu dijadiin salon.
udah berusaha cari tahu kenapa, jawaban yang gw dapet adalah udah jenuh 25 tahun usaha salon.
ya, hak mereka sih yang punya usaha mau diapain usahanya..
tapi gw sedih T_T
mana salon ini murah dengan kualitas sepadan kaya salon-salon mahal..
dimana lagi potong rambut sama yang punya salon cuma 100ribu?
make up sama dia juga ok banget dengan harga yang ga mahal..
hiks..
sekarang harus berjuang lagi mencari salon yang cocok.. dengan harga yang ga mencekik leher..
Subscribe to:
Posts (Atom)