Friday, August 15, 2014

Promises of the Sun

The last movie of Doraemon is now showing in Japan (and hopefully soon in Indonesia.)

I stumbled upon the soundtrack few days ago, the song is titled Himawari no Yakusoku (Promises of the Sun/Promises on A Sun; I don't know which one is the good translation of the title), sung by Hata Motohiro (whom I knew few months ago, because he sang duet with Atsuko Maeda, and I've been a fan of him since then!)


I almost shed a tears when watching the PV, and I just know that I will cry (hard!) if I watch the movie.

The song is so beautiful and I can't help but share the lyrics in my blog. I found a good translation of the song from here.

So I just copy and share it here. All credits of the lyrics go to http://yuzujpoptranslations.tumblr.com/

Japanese
ひまわりの約束

どうして君が泣くの まだ僕も泣いていないのに
自分より 悲しむから つらいのがどっちか わからなくなるよ

ガラクタだったはずの今日が ふたりなら 宝物になる

そばにいたいよ 君のために出来ることが 僕にあるかな
いつも君に ずっと君に 笑っていてほしくて
ひまわりのような まっすぐなその優しさを 温もりを 全部
これからは僕も 届けていきたい ここにある幸せに 気づいたから

遠くで ともる未来 もしも 僕らが離れても
それぞれ歩いていく その先で また 出会えると信じて

ちぐはぐだったはずの歩幅 ひとつのように 今 重なる

そばにいること なにげないこの瞬間も 忘れはしないよ
旅立ちの日 手を振る時 笑顔でいられるように
ひまわりのような まっすぐなその優しさを 温もりを 全部
返したいけれど 君のことだから もう充分だよって きっと言うかな

そばにいたいよ 君のために出来ることが 僕にあるかな
いつも君に ずっと君に 笑っていてほしくて
ひまわりのような まっすぐなその優しさを 温もりを 全部
これからは僕も 届けていきたい 本当の幸せの意味を見つけたから

Romaji
Himawari no Yakusoku

Dōshite kimi ga nakuno   Mada boku mo naite inainoni
Jibun yori   Kanashimu kara   Tsurainoga docchika   Wakaranaku naruyo

Garakuta datta hazu no kyō ga   Futari nara   Takaramono ni naru

Soba ni itaiyo   Kimi no tame ni dekiru koto ga   Boku ni arukana
Itsumo kimi ni   Zutto kimi ni   Waratte ite hoshikute
Himawari no yō na   Massugu na sono yasashisa wo   Nukumori wo   Zenbu
Korekara wa boku mo   Todokete ikitai   Koko ni aru shiawase ni   Kidzuita kara

Tōku de   Tomoru mirai   Moshimo   Bokura ga hanaretemo
Sorezore aruiteiku   Sono saki de   Mata   Deaeru to shinjite

Chiguhagu datta hazu no hohaba   Hitotsu no yō ni   Ima   Kasanaru

Soba ni iru koto   Nanigenai kono shunkan mo   Wasure wa shinaiyo
Tabidachi no hi   Te wo furu toki   Egao de irareru yō ni
Himawari no yō na   Massugu na sono yasashisa wo   Nukumori wo   Zenbu
Kaeshitai keredo   Kimi no koto dakara   Mō jūbun dayotte   Kitto iukana

Soba ni itaiyo   Kimi no tame ni dekiru koto ga   Boku ni arukana
Itsumo kimi ni   Zutto kimi ni   Waratte ite hoshikute
Himawari no yō na   Massugu na sono yasashisa wo   Nukumori wo   Zenbu
Korekara wa boku mo   Todokete ikitai   Hontō no shiawase no imi wo mitsuketa kara


English
A Promise on a Sunflower

Why do you cry  
When I’m not even crying yet
Because you grieve more than me, I can’t tell who’s the one suffering anymore

This day that was supposed to be useless  
Becomes a treasure when we’re together

I want to stay close to you  
Is there anything that I can do for you
Because I want you to always keep smiling, all the time
All of your kindness and warmth that’s so straightforward like a sunflower
I want to give some of that from me to you from now on too  
Because I realized the happiness that I have here

The future that’s alight far away  
Even if we are separated
Believe that we will meet again, further down the paths that we’ll each walk

Our paces that were supposed to be irregular  
Come together now, as if they were one

That you’re by my side
Even this commonplace moment I won’t forget it
The day that we depart, the time when we’ll wave goodbye  
So that I’ll be able to smile then
All of your kindness and warmth that’s so straightforward like a sunflower
I want to give some to you too, but knowing how you are  
You’ll probably say that I’ve done enough already

I want to stay close to you  
Is there anything that I can do for you
Because I want you to always keep smiling, all the time
All of your kindness and warmth that’s so straightforward like a sunflower
I want to give some of that from me to you from now on too  
Because I found the true meaning of happiness

And here is the PV:


Wednesday, August 13, 2014

Christchurch #OperationKiwi (part 7)

Bagian terakhir perjalanan ke NZ adalah ke kota Christchurch.

Setelah brunch di Mount John Observatory, mampir dulu ke tempat pembuangan akhir. Di dekat camp di Lake Tekapo ada tempat untuk membuang grey and black water. Setelah memastikan bahwa semua air kotor sudah terbuang, perjalanan dilanjutkan ke arah Christchurch.

Perjalanannya cukup panjang, kira-kira 4-5 jam. Sempet mampir dulu di kota kecil untuk ke toilet. Kemudian sempet kejebak traffic jam di pinggiran menuju Christchurch, jadi mampir dulu ke McD buat ke toilet lagi dan beli apple pie :P

Di Christchurch, kami menginap di South Brighton Motor Camp. Waktu dateng udah gelap, ketemu sama penjaga (atau yang punya?), tanya-tanya, bayar, dapet akses internet, terus langsung parkir. Setelah beberes dan memastikan bahwa listrik sudah tersambung ke campervan, baru deh cari lokasi toilet dan dapur.

Malamnya makan rada barbar karena harus menghabiskan separo sisa makanan yang ada, kemudian menyisakan sebagian buat sarapan keesokan paginya. Malam itu akhirnya makan pork chop, sauteed veggies dalam jumlah besar, boiled potato dalam jumlah besar juga. Tapi semua habis hahaha.

Kelar makan dan beberes di dapur, memastikan bahwa semuanya bersih kembali, balik lagi ke campervan dalam kondisi kedinginan. Masuk campervan sambil beberes sambil minum ampe mabok xD Dan mulai ga rela kalau liburannya mesti berakhir besok.

Pagi terakhir pas lagi bikin sarapan, ketemu sama pasangan orang asli Christchurch yang rumahnya lagi direnovasi akibat gempa. Terus dia lagi bikin pancake pake adonan instan yang tinggal ditambah air doank. Sesuatu yang ga kami perhatiin sebelomnya terus menyesal kenapa ga lebih perhatian pas di supermarket :P

Kelar sarapan dan mandi, kami pergi ke North Hagley Park di tengah kota Christchurch. Sayang udah masuk musim dingin, jadi udah pada botak dan ga terlalu kesisa daun-daun kuning yang bagus buat foto. Meski tetep aja sih foto-foto juga xD
Foto-foto di North Hagley Park
Kelar foto-foto karena udah siang, kami cari makan siang di tengah kota. Sempet browsing tripadvisor, ada tempat woodfire pizza lumayan terkenal, namanya BASE woodfire pizza. Pizzanya enak, tipis, ga terlalu mahal, toppingnya juga lumayan variatif.
BASE woodfired pizza
Kelar lunch, check in hotel, terus cowo-cowo balikin campervan ke deket bandara, sambil anter salah satu dari kami yang mau terbang ke Melbourne. Yang tersisa akhirnya jalan-jalan di area deket hotel sama belanja ke supermarket cari oleh-oleh terakhir (dan cider buat dibawa pulang :P)

Kondisi Christchurch tahun lalu sebenernya sudah membaik, pembangunan kembali sudah mulai jalan, tapi katedralnya aja belum bener-bener kelar direnov. Banyak bangunan juga masih hancur. Tapi komunitas anak mudanya berinisiatif untuk membangun kota dengan memanfaatkan container box jadi toko/cafe. Kekurangan penduduk muda juga sepertinya jadi masalah untuk kecepatan renovasi kota. Yang kerja di jalan keliatan udah pada tua. Sedikit banget ketemu yang masih muda. Jadi ga heran sih kalau agak lama kotanya bisa bener-bener pulih seperti sebelum gempa.
Cafe dari container box
Katedral yang masih direnovasi
Keesokan harinya, kami flight pagi balik ke Jakarta, tapi transit via Sydney. Dari hotel udah book shuttle untuk ke airport yang bisa dibook online lewat website. Nama shuttle car-nya Super Shuttle. Tapi ya karena shuttle berbanyak, abis dijemput masih mampir ke beberapa hotel lain dulu sebelum akhirnya ke airport.

Airportnya Christchurch kecil, sempet beli coklat sama wine juga di sana, karena kapan lagi ke NZ? Ga sempet cari tahu wine yang terkenal apa, jadi modal tanya spg, beli 2 wine, terus NZD-nya abis xD

14 hari yang sangat menyenangkan meski ada kejadian di luar rencana. Ada beberapa yang tetep belom kesampaian jadi malah bikin pengen balik lagi ke sana. Tapi lain kali pengen di South Island aja, soalnya lebih bagus pemandangannya, terus banyak tempat-tempat unik di sana. Semoga bisa cepat kembali lagi :)



Monday, August 11, 2014

Lake Pukaki, Mount Cook, Lake Tekapo #OperationKiwi (part 6)

Dari Manapouri, tujuan berikutnya adalah Lake Pukaki, dimana di Lake Pukaki ini katanya ada salmon terenak seNZ (atau sedunia? entahlah.) Nama tempatnya Mt. Cook Alpine Salmon. Lokasinya gampang ditemukan, persis sebelah Lake Pukaki, terus ada tempat parkir besar. 

Salmonnya ketika dicoba beneran enak bangettt (tapi harganya mahal! Hahaha!) Salmonnya gendut berlemak, lumer di mulut. Rasanya seger banget.

Mt Cook Alpine Salmon yang endeusss
Sayangnya setelah kita makan, pas mau beli lagi tokonya keburu tutup. Jadi cuma sempet numpang ke toilet (yang lumayan gede dan bersih) plus foto-foto menjelang mentari terbenam. Anginnya lagi kenceng banget, jadi sempet kesulitan dapet foto yang bagus. Akhirnya karena udah mulai gelap, kita jalan menuju ke lokasi camping yang ga jauh dari situ. Ternyata lokasi campingnya cuma bukit tanpa ada apa-apa.. Bahkan toilet pun ga ada...

Lake Pukaki
Tapi malam itu, kita bisa liat bintang banyak banget karena langitnya begitu bersih. Meski super kedinginan (suhunya 3 derajat celcius ajah) tapi akhirnya sempet bertahan beberapa menit buat menikmati langit berbintang yang ga akan didapat di Jakarta :P

Keesokan paginya, cuma sikat gigi sama cuci muka, terus kita foto-foto deh di deket danau. Cantik banget Lake Pukaki ini. 

Dari baca blog orang, deket Lake Pukaki ini ada Salmon Farm lain yang katanya ga kalah enaknya sama yang kemarin sore dicoba. Jadi setelah mencari lokasinya di GPS, kami ke sana. Beli salmon sashimi sama smoked salmon. Salmon sashiminya sih kalah enak sama yang kemarin, tapi smoked salmonnya lumayan juga. 

Tujuan berikutnya adalah Mount Cook. Gak mau main sih, cuma pengen foto dan jalan aja. Sayangnya hari itu cuaca kurang bersahabat. Badai cukup besar, ditambah hujan salju, sempet membuat kita cuma diam aja di campervan menikmati makan siang sambil deg-deg-an karena campervannya goyang-goyang diterjang badai salju. Setelah bangun snowman kecil seadanya, kita sempet foto-foto sebentar, terus akhirnya terpaksa pergi sebelum badainya bertambah parah.

Dari Mount Cook, kita ke campsite berikutnya, yakni Lake Tekapo. Campsitenya agak mahal. Kalo ga salah waktu itu abis 50$ buat powered-site, dan belum termasuk air panas. Kamar mandinya sih gratis kalau cuma mandi pakai air dingin, tapi ya berhubung lagi musim dingin, siapa juga yang mau mandi pake air dingin. Jadi cara cheapo kami adalah, bayar 2$ terus mandi berdua sepasang-sepasang :P Lumayan lah dapet 15 menitan mandi air panas. Tapi jangan dibayangin begitu masukin 2$ langsung keluar air panasnya. Nunggu dulu 30 detik. Tapi begitu 15 menitnya abis, masih kesisa sedikit air panasnya. Kelar mandi, make-up room-nya gede, jadi ga akan rebutan sama orang lain. Colokan buat pake hairdryer juga tersedia banyak. 
Lake Tekapo

Malam itu sempat turun salju :D Seneng deh biarpun ga lagi di gunung salju sempet ngerasainnya juga hujan saljunya. Paginya gw sempet lari sebentar. Dingin banget anginnya, jadi ga kuat kenceng dan lama. Yang paling nyebelin, iphone gw yg gw pegang pake tangan pas jogging, sempet jatoh di batu, yang mengakibatkan layar bagian bawah deket tombol home-nya retak :( Fungsi lainnya gak ada yang keganggu, jadi masih bisa dipakai seperti biasa. Kelar mandi dan beberes, kita jalan ke Church of the Good Shepherd yang lokasinya ya ga sampe 5 km dari Tekapo. Gerejanya kecil, tapi dirawat dengan baik, dijagain juga sama seorang opa. Kalau mau ngasih sumbangan juga bisa buat perawatan. Gerejanya keliatan banget udah tua, tapi damai banget suasananya. Kayaknya sih gereja Katolik ya, tapi nanti dipastiin lagi bener ato ga. Sempet berdoa dulu di sini sebentar, terus foto. Deket gereja juga ada patung doggy. Anjing penjaga sesuatu. Oke, udah lupa. Nanti dicari tahu lagi :P 
Church of the Good Shepherd
Berhubung udah lapar, perjalanan dilanjutkan ke Mount John Observatory. Di area ini ada cafe, makanan dan minumannya enak-enak, meski agak mahal. Tapi cafe-nya bisa dibilang jual pemandangan juga, karena sekelilingnya dilapis kaca, jadi bisa liat pemandangan. 
Iphone naas yang jatoh saat lari
Taken at Mount John Observatory


Pas kita mau foto-foto anginnya sempet rada kenceng, jadi kesulitan buat foto. Setelah beberapa kali take cepet, akhirnya disudahi deh sesi fotonya. 

[bersambung ke part 7]



Friday, August 1, 2014

Unforgettable Milford Sound #OperationKiwi (part 5)

Bisa dibilang, Milford Sound ini salah satu tujuan utama datang ke NZ. Salah satu tujuan wisata utama di pulau Selatan, yang menjanjikan keindahan dan keajaiban alam luar biasa. Sayangnya, waktu ke sana, cuaca lagi ga bagus. Udah sehari sebelumnya ga kesampean ke glacier, pas mau ke Milford Sound ini juga, kita cek perkiraan cuaca dan cuacanya ga akan bagus. Hiks. Ya tapi mau gimana lagi, udah deket tempatnya, jadi kita samperin. Ternyata cuaca jelek bikin kapal ga ada yang jalan pagi. Penyedia tour pun tidak ada yang berani menjanjikan apakah hari itu bakal bisa jalan atau ga.

Kita disuruh nunggu kira-kira sampai siang, kalau cuaca membaik, baru bakal jalan. Kita sempat berkeliling ke beberapa penyedia tour, cek harga, rute, besar kapal, dll. 

Dari semuanya, akhirnya kita pilih Southern Discoveries. Kapalnya memang kecil yang kita naikin, tapi karena turis-turis lain kebanyakan pilih Real Journeys, ketika akhirnya kapal bisa jalan (YEAYYY!!!) cuma ada sekitar 10 orang lain selain kami. Jadinya bebas bergerak foto sana-sini.

The photos didn't do justice to the beauty of milford sound. It is so breathtakingly beautiful that photos cannot simply delivered.



Saking senengnya, kita beneran ambil foto sebanyak-banyaknya dan gila-gilaan selama cruise. Ketika mau berbalik, ombaknya gede banget, dan kapal sempet goyang lumayan kenceng dan bikin deg-degan. Syukurlah setelah 5 menit kapal menuju arus yang lebih tenang. Pas hampir sampe lagi di tempat berangkat, kita sempet ngobrol sama nahkodanya dan ternyata nahkodanya udah pernah ke bali dan lombok. Pada akhirnya kita saling memuji keindahan negara masing-masing. Hehe...
Di parkiran aja pemandangannya bagus begini
Kelar dari Milford Sound, karena udah menjelang sore, kita akhirnya memutuskan untuk langsung ke penginapan di Manapouri. Kali ini pilih penginapan swasta, berbayar, tapi ada shower air panas dan dapur. Tidurnya sih tetep di dalam campervan. Tempatnya lucu, dapurnya besar dan lumayan komplit peralatannya, tapi udah pada tua dan pisau-pisaunya rada karatan. Kamar mandinya asik, tapi lumayan gelap ke sananya dan dingin banget deh begitu kelar mandi. Pas di penginapan ini, sempet ketemu keluarga dengan 2 anak masih lumayan kecil (di bawah 12 tahun) dari Eropa (salah satu negara Skandinavia) yang lagi liburan. Mereka keesokan harinya mau ke Doubtful Sound (tempat yang mirip sama Milford Sound tapi denger-denger jauh lebih bagus dan lebih mahal.)

Pagi-pagi sebelum pergi lagi, sempet keliling sebentar di sekitaran penginapan dan dapetin pemandangan bagus meski cuaca sedang berawan.

Dari Manapouri kita menuju Lake Pukaki. Di jalan tiba-tiba pemandangannya sungguh berbeda. Kalau biasanya pohon-pohon, bukit-bukit hijau, ini udah kaya padang gurun. Gak pake mikir lagi, kita langsung berhenti untuk foto :P



[bersambung ke part 6]

Wednesday, July 30, 2014

Wanaka, Arrowtown, Glenorchy, and Queenstown #OperationKiwi (part 4)

Lanjut lagi yaa..

Jadi setelah bermalam dadakan di Haast, kita lanjut lagi. Kali ini ke arah kota kecil bernama Wanaka. 
  
Melanjutkan perjalanan ke area tengah dari South Island itu sama dengan bertemu banyak danau besar dan cantik sepanjang perjalanan. 

Dari Haast ke Wanaka itu, kiri-kanan jalan ada 2 danau besar yang dilewati. Lake Wanaka dan Lake Hawea. Kalau gambar-gambar di kartu pos seringnya biru sempurna, ya itu yang gw alamin ketika berhenti di pinggir Lake Hawea dan ambil foto. Langitnya biru sempurna, pemandangannya ga ada yang ngalahin. Buat gw, pemandangan di Lake Hawea ini adalah salah satu pemandangan terbaik sepanjang perjalanan di NZ.


Setelah puas foto di Lake Hawea, kita lanjut lagi sampai Wanaka. Niatnya mau ke salah satu resto yang menurut review orang-orang pizza-nya oke. Udah dapet parkir, eh pas samperin restonya ternyata tutup. Akhirnya buka-buka tripadvisor dan mampir ke salah satu kafe di sederetan jalan deket resto yang pertama diincer.

Pilihan jatuh ke Cafe Gusto because we need coffee! Haha :D




Setelah seminggu makan masakan sendiri dan fastfood doank, makan di kafe begini jadi berasa enak banget (meski mahal cuy! :P) Karena udah tahu porsi makanannya pasti besar, kita pesen 4 menu buat share berlima, yang ternyata cukup banget, padahal cowo-cowo cukup kelaparan siang itu. 

Kelar lunch, kita foto-foto di pinggir Lake Wanaka. Ada patung Nurturing Hand, ada perosotan bentuk dinosaur, dan banyak bebek :D



 


Lake Wanaka ini juga cantik banget, meski agak berawan pas kita foto-foto. Suasana musim gugur juga masih berasa banget di Wanaka ini. 

Dari Wanaka, perjalanan kita lanjutkan ke Arrowtown. Awalnya ga ada rencana ke Arrowtown ini sih, tapi waktu di Haast kita dikasih tahu sama traveler lain, kalau mau ke arah Queenstown, mampir ke sini, soalnya kotanya lucu.

Ya jadilah kita mampir :D

Arrowtown ini kecil, kaya kota cowboy, tapi ada beberapa spot yang bagus buat foto, jadi ya kita cuma jalan terus foto-foto aja.



Berhubung sampe sini udah agak sore, begitu gelap kita lanjut jalan ke Queenstown. Tadinya kita mau langsung ke tempat penginapan di ujung utara Glenorchy, tapi berhubung udah agak kemaleman, jadinya kita mampir Queenstown dulu buat beli makan. Pilihan dinner jatuh pada burger terenak di NZ yakni Ferg Burger.

Burgernya luar biasa besar (bisa diliat di foto, piringnya ukuran normal kalau buat makan biasa, bukan piring kue) dan luar biasa enaknya. Padahal kita makan pas udah agak dingin ga langsung makan di tempat karena penuh banget tempatnya. Udah ga inget lagi sih mesen burger yang mana aja, tapi yang pasti enak-enak semua. Hohoho.. Onion rings sama french friesnya juga ok. Kita beli 3 burger buat berlima dan itu aja susah payah ngabisinnya xD

Selama nunggu burgernya dibikin, kita juga beli bermacam2 roti dan pastry dan kue dari Ferg Bakery yang ada di sebelah Ferg Burgernya. Kalau beli Ferg Burger, bisa dapet potongan diskon beli bakery dengan nunjukkin bonnya. Jadi bonnya jangan dibuang dulu. 

Dari croissant, donut, pie, dll yang kita beli di Ferg Bakery, ga ada satupun yang ga enak xD Harganya sih ga murah juga, tapi sebanding lah dengan rasa yang didapat. Donutnya apalagi, cream doughnut terenak yang pernah gw makan!




Malam itu kita bermalam di Kinloch, ujung utara Glenorchy. Err, tempatnya agak jauh dan jalanan ke sana ga semua teraspal dengan baik. Rencana awal ga berhenti di sini, tapi di Glenorchy. Ternyata campsite yang udah gw cek di rankers udah tutup, makanya kita ke Kinloch ini. Perjalanan yang jauh terbayar sih pas paginya karena bagus banget sekelilingnya. Plus bonus bermain-main dengan doggy yang tiba-tiba nongol dan ngikutin kita pas kita foto-foto :D
 


Kelar sarapan dan beberes, kita lanjut lagi ke Glenorchy. Glenorchy ini terkenal dengan tempat berkuda. Kalau musim semi, bisa berkuda dikelilingi kebun bunga. Tapi hari itu sih kita cuma foto-foto aja di Red House yang ada papan nama Glenorchy-nya, terus foto-foto di jembatan deket Red House. Sebenernya dibilang House sih kurang pas ya. Soalnya dalemnya kosong dan kecil, cuma ada sejarah tentang Glenorchy sedikit dipajang di sekeliling tembok. 


Oh, pas kita foto-foto juga, ada anjing yang bawa batang pohon terus minta diajak main :D Saking senengnya main lempar tangkep, ga berhenti-berhenti ini anjing nyamperin kita. Protes pula kalau kita berhenti.

Yang paling bikin bahagia hari itu adalah ada pelangiiii! :') 

Meski ga lama dan tipis, tapi tetep bikin happy, udah jarang bisa liat pelangi sekarang :D
 

 Puas di Glenorchy, kita balik lagi ke arah Queenstown buat lunch. Dan kali ini kami lagi apes banget soalnya resto yang diincer ternyata lagi renovasi. Huhu.. Setelah cari-cari lagi di TripAdvisor, kita telpon ke salah satu resto yang kita incer pas di Wanaka, dan untungnya buka!

Jadilah kita makan ke The Cow ini. Spesialis di Pizza dan Spaghetti, kita coba garlic bread, soup, pizza dan spaghetti-nya. Garlic breadnya enak, soupnya the best, pizza tergantung topping, tapi enak-enak juga, yang ga ok malah pasta-nya :|



Setelah lunch, pada mampir ke khatmandu, toko penyedia mountain/winter gear terlengkap dan terbesar di NZ. gw sih melipir sendiri makan eskrim di movenpick :P Dingin-dingin begini paling enak malah makan eskrim! :D Jadi dobel dinginnya hehehe.
 

[to be continued to part 5, panjang yak xD]

Tuesday, July 22, 2014

Kaikoura, Arthur's Pass, and the Fail Glacier Walk #OperationKiwi (part 3)

Turun dari ferry, kita langsung lanjut jalan ke arah Kaikoura. 

Tapi berhubung belom makan siang, kita sempet berhenti sebentar di tengah jalan, ada resto kecil namanya The Store. Tapi kita ga makan di situ sih, cuma beli desserts aja, dan numpang ke toilet :P

Makannya masak sendiri, trus abis makan lanjut foto-foto, abis itu jalan lagi, berhenti untuk foto-foto lagi, jalan lagi baru sampe di Kaikoura. Ohya, perjalanan ini juga sekaligus memperingati hari nikah gw dan Fleo setahun yang lalu, so Happy Anniversary to us! :D

 

Kaikoura ini sebenernya terkenal buat whale watching, tapi pas sampe di sana, udah hampir sunset, jadi kita ga ambil tour whale watching. 

Sunset di Kaikoura ini bagus banget. Langitnya berwarna orange sepanjang sunset, tapi terus dia agak berubah warna juga. Salah satu sunset terkeren yang pernah gw liat :D


Kelar liat sunset, kita lanjut jalan ke arah Arthur's Pass buat bermalam. Pilihan jatuh di Lake Pearson campsite. Pas sampe campsite sih ga keliatan apa-apa saking gelapnya, jadi ya kita masak, makan, terus beberes dan tidur. Ga mandi juga soalnya ga ada kamar mandi :P 

Besokan paginya, pas keluar campervan, astaga, bagus banget pemandangannya. Dan kebetulan kita pergi kan udah musim gugur, jadi sunrise-nya agak siang, pas bangun itu pas mulai sunrise. 


Abis sarapan, kita lanjut jalan ke Arthur's Pass. Jujur aja, pas bikin itinerary, gw cuma baca katanya tempat ini bagus, tapi tempatnya kaya gimana ga gw cari di google images. Perjalanan ke sana juga berkelok-kelok medannya dan ga keliatan kaya apa sih si Arthur's Pass ini. 

Jadi tempatnya sih dibilang National Park. Kebayangnya hutan kan ya? Tapi bagian yang keliatan dari jalan raya sih lebih kaya lembah dengan gunung-gunung di background. Bagus koq (buat foto-foto). Tapi ya dateng pas musim gugur kali ya, jadinya ga terlalu hijau sekelilingnya. 


Pas kita berhenti, tadinya ga ada orang lain, tapi ga lama setelah kami mulai foto-foto tiba-tiba banyak mobil dan campervan lain yang ikutan berhenti dan foto-foto juga :P

Puas foto-foto di sini, kita lanjut perjalanan ke arah Punakaiki Rocks. Pas lunch mampir di Greymouth, tapi kali ini ga masak, beli Domino's Pizza! Varian topping Domino's NZ beda sama yang di Indo, dan rasanya lebih enak juga. 

Setelah istirahat sebentar di Greymouth, kita baru lanjut ke Punakaiki Rocks. Tempat ini ada batu-batu kaya tumpukan pancakes. Trus ada juga batu-batu yang keliatannya berbentuk binatang. Kita ga lama di tempat ini soalnya udah keburu gelap, jadi setelah foto-foto bentar, langsung jalan lagi ke arah selatan menuju campsite.


Masuk ke hari ke-6. Nah, pas hari ke-6 ini, rencananya mau Glacier Walk di Fox Glacier. Udah booking, eh ternyata malem dan paginya hujan besar jadi arus sungainya deras. Berhubung menuju glacier kita mesti naik boat nyebrangin sungai, trip ini dibatalin sama penyelenggara trip karena berbahaya.

Akhirnya cuma bisa liat dari jauh deh glaciernya.. :(

Hari ke-6 praktis ga ngapa-ngapain sih, soalnya jalan ke Fox Glacier dan siap-siap buat trip sampai akhirnya batal udah ngabisin lebih dari setengah hari. 

Berhubung kita akhirnya bisa jalan lebih cepat dari rencana, tadinya mau maksa jalan sampe Wanaka. Eh, ternyata lagi kurang beruntung. Di Haast, baru sekitar sejaman jalan dari Fox Glacier, jalanan menuju Wanaka ditutup. Akhirnya kita puter balik dan berhenti di Haast Top 10 Holiday Park. Best part of the day? Hot Shower!! Iya, ini campsite berbayar dan mahal! Tapi fasilitasnya lengkap, listrik, air, shower, kompor, semua ada. 

Jadi kita mandi sampe puas, ngecharge segala perlengkapan, dan melaundry baju! :P

Jeleknya satu sih tempat ini, ga ada signal! Ahahaha! Jadi abis kelar makan dan laundry baju, kita beberes dan ngobrol sampe malem sambil minum. Enaknya jadi bisa tidur cepet. Dan besokan paginya bisa mandi lagi :P

Keesokan paginya, jalanan baru dibuka sekitar jam 8, jadi setelah kelar beberes dan sarapan, kita menuju ke arah pintu keluar buat isi air bersih, baru melanjutkan perjalanan ke Wanaka.

[bersambung ke part 4]


Monday, June 23, 2014

Hobbiton & The Rest of North Island #OperationKiwi (part 2)

Hari kedua kita balik lagi ke airport untuk dijemput sama provider campervan ke pool untuk mengambil campervan pesanan kita. Campervannya besar! Isinya komplit banget, segala macam ada, dan bikin bingung, hahaha. Jadi kita cukup lama diam di pool buat ngecek semua hal terkait campervan baru kita jalan. 

Tujuan pertama adalah Hobbiton! Penggemar LOTR pasti tahu tempat ini lah ya. Tempat shooting LOTR dan Hobbiton ini satu dari sedikit tempat di NZ yang masih belum dihancurkan setelah shooting selesai. Jadi hampir semua lokasi shooting LOTR di NZ setelah shooting selesai tempatnya dihancurkan sesuai dengan perjanjian dengan perusahaan film. Hobbiton ini waktu mau dihancurkan ada kendala jadi ga bisa dihancurkan saat itu, lalu pemilik lahan meminta agar bisa mengadakan tour di Hobbiton dan disetujui. 

Tour ini baru berjalan beberapa tahun dan menurut gw dikelola dengan baik. Tour guide diambil dari orang-orang lokal dan dilatih dengan baik jadi memberikan info yang baik tentang sejarah tour dan info terkait lainnya. Dan tempatnya bagus banget! 

Di akhir tour kita ke area green dragon dan dikasih minuman, boleh memilih antara beer, cider, dan ginger beer. Ginger beer mirip banget sama sekoteng! Hahahahaha! Cuma yang ini versi dingin. 
 
 Dari Hobbiton, kita lanjut ke arah Lake Taupo buat menginap. Karena belum sempet belanja, kita mampir dulu di supermarket buat belanja bahan masakan baru ke campsite. Campsitenya udah coba dicari lewat rankers, tapi pas cari lokasi tepatnya, ga ketemu-ketemu sampai berputar berkali-kali. Akhirnya ketemu sih, dan karena udah cukup malam, kita akhirnya cuma makan malam terus beberes dan tidur. Oh, campsite yang kita pilih di malam pertama yang gratisan, jadi bahkan ga ada toilet dan shower. Murni cuma tempat parkir di pinggir danau. 

Keesokan paginya kita bangun pas sunrise dan bagus banget sunrisenya :')

Langsung semangat foto-foto donk! Terus kita akhirnya masak buat sarapan, beres-beres, dan lanjut jalan! Baru jalan bentar nemu spot bagus buat foto akhirnya berhenti buat foto-foto! Huahaha!
 

Dari arah Lake Taupo kita ke Wellington karena keesokan harinya mau naik ferry. Pas jam makan siang, kita mampir di deket satu resto, tapi cuma beli dessert dari resto tersebut, dan numpang ke toilet. Hihi! Buat makan siang sih kita masak sendiri, udah beli bahan dan harus berhemat juga, karena harga makanan di resto agak mahal, tetep lebih murah masak sendiri.

Jarak ke Wellington cukup jauh, jadi kita sempet beberapa kali berhenti sebelum malem akhirnya sampai di Wellington. Di Wellington, karena mau mengejar naik ferry pagi-pagi, kita nginep di campsite deket ferry terminal, dan bayar 50NZD semalam. Enaknya di campsite ini ada hot shower dan toliet, jadi bisa mandi! Tapi berhubung waktunya terbatas, kita ga mandi lagi pas pagi. Hihihi...

Oh dan malem itu ada listrik, jadi puas deh ngecharge HP :P Berhubung udah gelap dan ga tahu mau kemana lagi, malem itu kita dinner, mandi, dan ngobrol-ngobrol aja ampe malem.

Keesokan harinya kita bangun pagi-pagi, siapin sandwich buat sarapan, dan abis itu langsung ke ferry terminal karena kita diminta datang sebelum jam 7 pagi. Udah sampe di terminal, ternyata masih harus nunggu sebentar sebelum dibolehin masuk ke ferry. Tapi begitu dibolehin masuk ferry, kita bisa langsung naik ke area tunggu dan foto-foto lagi.
Perjalanan naik ferry ini sekitar 3,5 jam. Tapi sepanjang jalan pemandangannya bagus-bagus, jadi biarpun anginnya besar, kita sering banget ke dock buat foto-foto. Begitu puas foto, masuk lagi ke dalem supaya merasa hangat.

Jam 12an siang kita udah bisa keluar dari ferry dan melanjutkan perjalanan di South Island! :)

[bersambung ke part 3]

Wednesday, June 11, 2014

Autumn in Auckland #OperationKiwi (part 1)

Mari kita mulai cerita panjang perjalanan 2 minggu ke tanah Kiwi.

Dari tengah tahun lalu sebenarnya udah kepengen banget ke NZ, tapi kan tahun lalu ngurusin nikahan, ya duitnya pas-pasan jadi ga berani pergi jauh-jauh (dan ke tempat mahal). Tapi namanya kepengen ya dikumpulin duitnya trus mulai hunting tiket murah. 

Pas bulan Oktober 2013, Qantas ngadain promo! Setelah berembuk membuat itinerary kasar dan melewati drama pencarian harga tiket dengan kurs termurah dan cicilan CC, akhirnya beli tiket jakarta-auckland, christchurch-jakarta. Harga tiketnya waktu itu mendekati 1000USD per orang. Kenapa ga jakarta-auckland PP? Soalnya kita ga mau ngabisin waktu dan uang untuk cari tiket christchurch-auckland. Tiket pun akhirnya dicicil 0% selama 6 bulan :P

Setelah tiket sudah di tangan, hal berikutnya yang kita urus adalah visa. Visa NZ ga repot ngurusnya, mirip-mirip visa Australia, tapi yang enaknya adalah karena udah nikah, bisa apply family visa, jadi cukup bayar satu aplikasi buat berdua :D Proses visa NZ lamanya berkisar 7-14 hari, tergantung lagi beruntung atau apes. Ohya, kami dapet multiple entry visa, ga tahu kenapa, tapi curiganya karena 2 tahun yang lalu pernah apply visa AUS dan dapet.

Begitu visa sudah di tangan, meeting-meeting membicarakan detail itinerary pun berlangsung. Pergi 2 minggu tapi kepengen dapet semua itu ga mudah, soalnya banyak faktor yang mesti dipertimbangkan. Setelah banyak baca blog, itinerary pun disusun seperti yang udah dirinci di blogpost sebelumnya. Abis itu mulai pesan campervan, hotel, ferry, dan yang ga kalah penting, tukar uang NZD. Disini permasalahan dimulai. Cari NZD di jakarta ga gampang! Sampai tanya ke berbagai money changer, rata-rata ga punya. Akhirnya berhasil dapet NZD dari kenalan bokap dengan kurs yang masih masuk akal.

Hari H keberangkatan!

Hari itu gw masih kerja, yang ada ga konsen sama sekali. Hahaha! Abis itu lunch time malah ke salon, soalnya entah kenapa, feeling gw bilang kalo sore baru keramas ga keburu. Pas banget feelingnya, soalnya sore itu jalanan lebih macet dari biasanya. Zzz... 

Meski cukup macet, akhirnya bisa sampai airport hampir 1.5 jam sebelum boarding yang akhirnya kita habiskan dengan nongkrong di Starbucks dan kenalan sama seorang cewe yang mau pergi ke NZ juga dan bawa-bawa boneka juga! :P


Perjalanan ke Auckland cukup panjang karena mesti transit di Sydney dulu. Jadi flight ke Sydney 6 jam, transit 1.5 jam, terus baru ke Auckland 3 jam lagi. Begitu sampe, imigrasinya sih ga terlalu penuh, tapi customnya penuh banget (sama cina mainland xP) Ngantri custom ini cukup lama, tapi begitu lewat ya udah sih, kita juga ga bawa yang aneh-aneh jadi ga pake diperiksa-periksa lagi. Abis itu beli SIM card lokal dulu, dan abis itu bingung cari hotel. Kita nginep di hotel deket airport soalnya keesokan harinya mau ambil campervan dan dijemputnya di airport, jadi daripada ribet bawa koper ke city kita milih nginep deket airport aja. Katanya hotelnya cuma 5 menit jalan kaki dari airport. Iye, 5 menit Kiwi speed! xD Mana jalanannya nanjak ke arah hotel terus kita bawa gembolan segala macem lumayan juga. Tapi begitu sampe hotel udah bisa check-in, jadi langsung check-in, ke toilet bentar abis itu cari makan! Laper banget cuy! :P Di deket hotel ada KFC dan Carl's Jr. Kita akhirnya coba Carl's Jr. Enak dan besar burgernya, ber4 habis kira-kira 35NZD. Abis kenyang baru kita pergi ke city! xD

Dari Auckland airport ada bus ke city. Perjalanannya sekitar 45 menit, soalnya airportnya emang ada di luar kota. Harga tiket PP 28NZD dan boleh disimpen selama seminggu (kalau ga salah). Lumayan mahal sih, tapi kalau naik taxi bisa lebih mahal lagi, jadi kita cari aman aja. Sampe city, tadinya mau ke Mount Eden, tapi dasar masih bingung, eh malah kelewatan. Jadinya kita turun udah deket Auckland tower. Akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan aja di sekitaran Auckland tower baru ke Mount Eden. Kita ga naik ke towernya karena males bayar :P 


Dari Auckland tower ke Mount Eden sebenernya ga deket, 4 km ada, tapi karena ga tahu mesti naik bus apa, kita akhirnya memutuskan untuk jalan kaki. Trus udah agak gelap, ga yakin mesti jalan ke mana, eh tiba-tiba ada bapak-bapak lagi lari di kompleks Mount Eden itu. Ya akhirnya kita ikutin, tapi di tengah jalan kita coba belok naik tangga berharap kita ke area yang bener. Untungnya bener! Akhirnya kita bisa liat Auckland city lights yang keren banget. Kelar foto-foto kita udah laper banget akhirnya jalan lagi cari McD! :P


Abis quick dinner kita masih berencana ke satu tempat, yaitu ke K-mart. K-mart ini semacem Ace Hardware gitu deh, segala macem ada. Gw beli beanie, temen gw beli boots, trus liat-liat barang-barang lain bentar terus balik. Pas balik ini kita ga bisa keluar dari mall-nya karena pada ditutup semua. Setelah bingung dan berusaha tanya ke banyak orang, akhirnya ditunjukkin jalan sama satpam untuk keluar lewat parkiran mobil. Yay! Bisa keluar! :D

Dari K-mart kita jalan ke halte bus terdekat dan balik lagi ke airport. Dari airport yang cowo-cowo jemput temen kami yang baru sampe dari Sydney, kita yang cewe belanja roti dan beberapa makanan di supermarket deket hotel. Buntut-buntutnya malem itu baru tidur jam 1an karena begitu ketemuan malah heboh ngobrol xD 

Begitulah hari pertama yang padat dan melelahkan tapi ga berasa jet lag gara-gara masih happy baru sampe di NZ xD


[bersambung ke part 2 ya...]

Wednesday, May 28, 2014

Operation Kiwi: Just Ends

I am currently at Sydney, waiting for my flight back to Jakarta.

These past 2 weeks have been great and unique. The picture perfect sceneries of NZ are still lingering in my head and somehow I still can't believe that this has ended.


This is Lake Hawea, one of many lakes exist in NZ. We are so fortunate to get so many good weather days throughout the trip, even when the weather was not so good, we still got some falling snows and unforgetable cruise in Milford Sound. 

So many stories and photos to share. So I'll update this later for detail experience and maybe some tips to survive through the epic campervan journey x)