Wednesday, August 13, 2014

Christchurch #OperationKiwi (part 7)

Bagian terakhir perjalanan ke NZ adalah ke kota Christchurch.

Setelah brunch di Mount John Observatory, mampir dulu ke tempat pembuangan akhir. Di dekat camp di Lake Tekapo ada tempat untuk membuang grey and black water. Setelah memastikan bahwa semua air kotor sudah terbuang, perjalanan dilanjutkan ke arah Christchurch.

Perjalanannya cukup panjang, kira-kira 4-5 jam. Sempet mampir dulu di kota kecil untuk ke toilet. Kemudian sempet kejebak traffic jam di pinggiran menuju Christchurch, jadi mampir dulu ke McD buat ke toilet lagi dan beli apple pie :P

Di Christchurch, kami menginap di South Brighton Motor Camp. Waktu dateng udah gelap, ketemu sama penjaga (atau yang punya?), tanya-tanya, bayar, dapet akses internet, terus langsung parkir. Setelah beberes dan memastikan bahwa listrik sudah tersambung ke campervan, baru deh cari lokasi toilet dan dapur.

Malamnya makan rada barbar karena harus menghabiskan separo sisa makanan yang ada, kemudian menyisakan sebagian buat sarapan keesokan paginya. Malam itu akhirnya makan pork chop, sauteed veggies dalam jumlah besar, boiled potato dalam jumlah besar juga. Tapi semua habis hahaha.

Kelar makan dan beberes di dapur, memastikan bahwa semuanya bersih kembali, balik lagi ke campervan dalam kondisi kedinginan. Masuk campervan sambil beberes sambil minum ampe mabok xD Dan mulai ga rela kalau liburannya mesti berakhir besok.

Pagi terakhir pas lagi bikin sarapan, ketemu sama pasangan orang asli Christchurch yang rumahnya lagi direnovasi akibat gempa. Terus dia lagi bikin pancake pake adonan instan yang tinggal ditambah air doank. Sesuatu yang ga kami perhatiin sebelomnya terus menyesal kenapa ga lebih perhatian pas di supermarket :P

Kelar sarapan dan mandi, kami pergi ke North Hagley Park di tengah kota Christchurch. Sayang udah masuk musim dingin, jadi udah pada botak dan ga terlalu kesisa daun-daun kuning yang bagus buat foto. Meski tetep aja sih foto-foto juga xD
Foto-foto di North Hagley Park
Kelar foto-foto karena udah siang, kami cari makan siang di tengah kota. Sempet browsing tripadvisor, ada tempat woodfire pizza lumayan terkenal, namanya BASE woodfire pizza. Pizzanya enak, tipis, ga terlalu mahal, toppingnya juga lumayan variatif.
BASE woodfired pizza
Kelar lunch, check in hotel, terus cowo-cowo balikin campervan ke deket bandara, sambil anter salah satu dari kami yang mau terbang ke Melbourne. Yang tersisa akhirnya jalan-jalan di area deket hotel sama belanja ke supermarket cari oleh-oleh terakhir (dan cider buat dibawa pulang :P)

Kondisi Christchurch tahun lalu sebenernya sudah membaik, pembangunan kembali sudah mulai jalan, tapi katedralnya aja belum bener-bener kelar direnov. Banyak bangunan juga masih hancur. Tapi komunitas anak mudanya berinisiatif untuk membangun kota dengan memanfaatkan container box jadi toko/cafe. Kekurangan penduduk muda juga sepertinya jadi masalah untuk kecepatan renovasi kota. Yang kerja di jalan keliatan udah pada tua. Sedikit banget ketemu yang masih muda. Jadi ga heran sih kalau agak lama kotanya bisa bener-bener pulih seperti sebelum gempa.
Cafe dari container box
Katedral yang masih direnovasi
Keesokan harinya, kami flight pagi balik ke Jakarta, tapi transit via Sydney. Dari hotel udah book shuttle untuk ke airport yang bisa dibook online lewat website. Nama shuttle car-nya Super Shuttle. Tapi ya karena shuttle berbanyak, abis dijemput masih mampir ke beberapa hotel lain dulu sebelum akhirnya ke airport.

Airportnya Christchurch kecil, sempet beli coklat sama wine juga di sana, karena kapan lagi ke NZ? Ga sempet cari tahu wine yang terkenal apa, jadi modal tanya spg, beli 2 wine, terus NZD-nya abis xD

14 hari yang sangat menyenangkan meski ada kejadian di luar rencana. Ada beberapa yang tetep belom kesampaian jadi malah bikin pengen balik lagi ke sana. Tapi lain kali pengen di South Island aja, soalnya lebih bagus pemandangannya, terus banyak tempat-tempat unik di sana. Semoga bisa cepat kembali lagi :)



No comments:

Post a Comment