Wednesday, June 27, 2012

Operation Kangaroo : All the Planning

Semua berawal dari ajakan teman yang mau menikah di Sydney buat dateng ke nikahan dia. Setelah menimbang2 banyak hal, akhirnya gw, patjar, dan seorang sahabat menyatakan kalo kami akan pergi. Sambil bingung2 kapan mau beli tiket, bulan november ada garuda travel fair! perfect timing! Akhirnya gw dan patjar cuti sehari supaya bisa kesana. And we had a quite good deal. Less than 700usd for returning tickets to Sydney.

Okay, masalah tiket kelar. Sekarang soal visa. Baca sana-sini soal requirement australian visa, dokumen yang diperluin sih ga banyak. Tapi seperti biasa, harus ada pernyataan jumlah tabungan yang dimiliki, trus copy rekening 3 bulan terakhir. Gosipnya di tabungan perlu ada lebih dari 40 juta. Hmm.. ya bisa lah, pokoknya ditumpukin duitnya di salah satu rekening selama 3 bulan biar cukup. Proses aplikasi juga gampang apalagi kalo dilakukan sendiri ga lewat agent. Biarpun harus antri agak lama, tapi ga sampe seminggu visa keluar. Yang penting waktu dateng pertama kali, semua dokumen udah dibawa lengkap.

Masalah berikutnya adalah winter gear. Kita mau pergi bulan Juni, trus berencana main salju. Udah pasti perlu peralatan winter. Keliling2, akhirnya belanja di Twig House deket PVJ, Bandung, sama di Pasar Pagi Mangga Dua. Beli jaket bulu angsa, trench coat, syal, beanie, sarung tangan, boots, legging/long john. Sweater, windbreaker, sama kaos turtle neck udah ada di rumah.

Kemudian kita berencana road trip. Jadi perlu terjemahin sim biar bisa pinjem mobil dan kalo ampe (amit2) diberhentiin polisi, ga kenapa2. Abis itu cari hotel murah deket tempat resepsi temen, yang kebetulan di deket pusat kota, dan booking hotel selama road trip. 

Kita booking hotel di Sydney di Ibis World Square, harganya kira2 100AUD semalam. Di deket situ ada Vibe Hotel juga, kamarnya sedikit lebih besar, harga kurang lebih sama. Abis itu booking hotel di deket lokasi Snowy Mountains karena kita mau main kesana, sama hotel di Campbelltown untuk peristirahatan malam terakhir sebelum balik ke airport.


Yang paling susah adalah menentukan itinerary. Ga mungkin lah ya kita pergi ga pake rencana. Bisa2 buang2 waktu doank diskusi mau pergi kemana. Jadi ya kita buat itinerary yang loose waktunya, dan bisa dengan gampang diganti per harinya. Diskusi soal itinerary dan mencari kendaraan yang diperlukan ini makan waktu banyak. Ada lebih dari 3x ketemuan cuma buat memastikan bahwa itinerarynya menyenangkan semua.


Detail itinerary ada di blogpost berikutnya..

No comments:

Post a Comment