salah seorang sahabat baru saja melahirkan. tentu sebagai sahabat yang baik, gw ikut senang donk.
tapi dibalik semua itu, gw ada rasa iri. iri karena gw juga pengen. sejujurnya, kami belum pernah benar-benar berusaha punya anak. awalnya mau nunda, terus ada rencana baru yang membuat kami berpikir sebaiknya punya anaknya ditunda. rencana baru ini belum terlaksana meski kami sedang menuju ke sana. jadi masih ada waktu kira-kira 1 tahun lagi sampai kami mungkin bisa benar-benar merencanakan punya anak.
setelah ngobrol-ngobrol dengan beberapa teman, alasan gw iri itu sebenarnya agak malu-maluin. udah punya rencana macam-macam koq malah ngiri. masalah gw ga seberat yang lain yang memang punya masalah kesehatan jadi belum diberi oleh Tuhan. jujur gw sendiri belum pernah cek ke obgyn. takut? ada sih rasa takut, takut kalau ternyata memang ada masalah.
keinginan ini kadang menggebu-gebu sampai sering sekali mengingatkan suami kalau nanti rencana kami terlaksana, proses punya anak itu sesegera mungkin dilaksanakan. meski otak ini selalu menjerit kalau semua balik ke Yang di Atas. manusia boleh berencana, Tuhan yang menentukan.
itu kata si otak. hati sering berteriak lain. hati ingin sesegera mungkin. hati ingin waktu berjalan lebih cepat.
sekarang ya hanya bisa memendam rasa ini. rasa yang mungkin sebaiknya disingkirkan jauh-jauh agar hati tidak terluka.
No comments:
Post a Comment