Friday, March 11, 2016

Tentang Plastik

Beberapa saat lalu, di Jakarta dan beberapa kota lain di Indonesia sempat diterapkan kebijakan plastik belanja berbayar. Tanggapan masyarakat kebanyakan negatif sekali. Yang gw sangat sayangkan, tanggapan negatif ini malah datang dari yang berpendidikan tinggi yang menganggap bahwa kalau mereka bayar untuk plastik belanja, maka:

1. Uangnya cuma nambah-nambahin kaya si pengusaha supermarket/minimarket/hypermarket

2. Ngeselin ketika belanja banyak terus perlu plastik banyak dan karena (misal) naik kendaraan umum dan perlu ke tempat lain sebelum belanja, membawa tas sendiri itu merepotkan 

Jujur aja ya, gw gregetan banget bacain status2 di fb yang ngomong dengan 2 alasan di atas. Uang dari hasil pembayaran plastik itu kan nantinya balik lagi ke program reboisasi hutan dan pemeliharaan lingkungan. Terus harga plastiknya cuma 200 perak. Doh! Perlu sebanyak apa sih pas belanja bulanan? 20 biji? 20 x 200 = 4.000, ga sampe seharga teh botol beli di warung. 

Sumpah ngeselin abis alasannya. Terus ya, ada yang bilang akhirnya dia ngambilin plastik yang dipakai untuk sayur/buah sebanyak-banyaknya untuk nampung belanjaan dia. Lah gimana coba? Silakan pikirin sendiri deh ya, mana yang pemikirannya sempit dan negatif melulu terhadap apapun kebijakan yang dijalankan pemerintah.

Yang alasan kedua lebih ga masuk akal. Tas belanja kan bisa dilipat. Tinggal dimasukkin aja ke tas tangan yang dipake. Kalau tas lipatnya rada gede, ya bawa tas tangan jangan imut-imut juga sih, apalagi tahu mau belanja. Kalau udah ada pasangan/anak, minta tolong mereka bawa tas/ransel, terus tas belanjanya tinggal masukkin ke tas mereka, dan malah tas mereka bisa ditaro belanjaan juga kan?

Situ ga mau repot, ga mau bayar, tapi ga mikirin masa depan anak-cucu.

Gw sekarang tinggal di tempat dimana plastik belanja harus bayar. Harganya kalau dikurs kurang lebih 600 rupiah. 3x lipat harga di Indonesia!

Pada bayar ga? Ya bayar lah, awal-awal sama pada ngeluh juga, tapi setelah beberapa saat, dibayar juga kan. Plastiknya toh kepake lagi buat tempat sampah. Gw sih beli sendiri plastik buat sampah karena harganya lebih murah. Setiap kali belanja gw pasti bawa tas belanja sendiri dan menurut gw malah lebih bagus, karena ga numpukkin plastik ga jelas di lemari. 

Setiap kebijakan itu pasti ada plus minusnya. Tinggal kita mau lihat yang minusnya terus atau mikirin sisi plusnya untuk ke depannya?

 

No comments:

Post a Comment