Tuesday, October 13, 2015

Liburan dan Pajak

Udah 2 hari ini, lagi ada ribut-ribut soal dirjen pajak yang akan memonitor sosial media untuk mengetahui apakah wajib pajak membayar dan melaporkan pajaknya dengan benar atau tidak dilihat dari postingannya.

Terus seperti biasa, kelas menengah ngehe pada ribut. Merasa ranah privasinya dilanggar. 

Gw malah heran, koq malah panik sih? Kalau bayar pajak dan melapor dengan benar, hidup sehari-hari dengan benar, menabung dengan benar juga, loe akan punya uang cukup untuk makan enak, belanja ini-itu, dan liburan.

Apa yang salah dengan liburan? Buang banyak uang? Kan tergantung gaya liburannya. Tiket bisa dicari ketika promo, yang biasanya bisa lebih murah 20-30% dibanding harga normal. Penginapan bisa cari promo, pakai poin, dll, yang membuat biayanya mungkin ga sebanyak itu. 

Terus kenapa pada panik? Merasa dirjen pajak pasti berasumsi kalau liburan identik dengan biaya besar? Ya kalau sampe dipanggil dan ditanya tinggal jawab dengan jujur kan. Buat yang membayar dan melapor pajak dengan benar, harusnya gak jadi masalah.

Kalau gak bayar pajak terus gak lapor ya salah sendiri sih...

Tapi emangnya pajak kita buat apaan? Dipake korupsi terus koq. Terus aja pesimis dan salah kaprah. Jalanan umum, gorong-gorong, taman kota, dll, dibangun pakai uang siapa kalau bukan pajak? BPJS yang dimaki-maki tapi dipakai dan membantu orang-orang yang benar-benar sakit, dari mana uangnya kalau bukan dari pajak? (soal BPJS yang sekarang bermasalah sih pembahasan lain ya...)

Jadi warga negara yang baik itu gak susah dan gak usah ngomel-ngomel terus juga kalau merasa pajak yang kita bayar tidak dimanfaatkan dengan baik. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, tapi bukan berarti rumput sendiri gak sehijau tetangga.

Belajarlah lebih banyak bersyukur :)

No comments:

Post a Comment