Monday, October 26, 2015

Operation Koala: Halls Gap & Mornington Peninsula

Hari ke 10. Cepet deh trip kali ini berasanya. Tiba-tiba udah hari ke 10. Pagi itu cuaca kurang bersahabat. Hujan dan berkabut, jadinya ga bisa menikmati pemandangan. Destinasi berikutnya adalah area namanya Halls Gap. Halls Gap ini adalah satu bagian kecil dari area pegunungan Grampians. Grampians ini sering dikunjungi untuk berkemah maupun weekend getaway dengan menginap di bungalow yang banyak tersedia di berbagai area di grampians.

Sempat mampir ke Tourist Center yang berada di Halls Gap untuk mencari tahu cara mencapai berbagai spot untuk foto. Tapi karena kondisi cuaca yang buruk, petugasnya ga menyarankan untuk hiking. Prakiraan cuacanya juga lagi ga bagus untuk malam itu sampai keesokan paginya. Kalau mau hiking, petanya ga tersedia online. Di tourist center dijual sih, tapi karena gw cuma semalam di sana dan ga berniat terlalu banyak menjelajah area itu, jadi ga beli petanya.

Dari tourist center, kita check in ke hotel. Nginap di hotel namanya grampians motel. Kita ambil family room buat berempat. Kamarnya bersih, kamar mandinya masih ok meski lantainya dingin. Pemanasnya juga menyala dengan baik. Kulkas ada, toaster ada, perlengkapan makan ada sampai microwave juga ada. 

Sempet jalan ke salah satu lookout dan foto-foto, lalu mencoba hiking ke pinnacles, tapi karena udah kesorean jadi ga sampai ke puncak, udah gitu ternyata medan hikingnya ga semudah yang gw bayangkan. Padahal karena tahu mau hiking, gw udah pake perlengkapan yang cukup memadai.
Lookout yang kita temuin dan bisa diakses kendaraan
Malamnya kita ambil paket self cook BBQ dari hotel. Ambil 2 paket ayam dan 2 paket daging sapi. Kirain mah paketnya ga akan terlalu banyak isinya mengingat harganya lumayan murah, jadi pas sebelum sampe di Halls Gap kita sempet mampir supermarket dan beli daging lagi dan sayur buat salad plus dressing. Ternyata paketnya isinya banyak. Dagingnya gede, potato salad, pasta salad, roti setangkup plus mentega, dan banyak banget bawang bombay. Dikasih olive oil, garam, lada juga sama chefnya. Grill-nya ga bersih-bersih amat pas pertama kali kita buka, jadi pakai satu roti tawar, kita berusaha membersihkan kotorannya. Abis itu kita masak donk dagingnya. Sapinya tebel dan enak, ayamnya udah dibumbuin sama si chef dan enak banget juga. Salad-saladnya enak-enak juga, tapi gara-gara kita beli daging dan sayur tambahan jadinya makanannya kebanyakan. Seporsi bawang bombay akhirnya kita kembalikan ke dapur beserta peralatan yang sudah kita bersihkan sekedarnya juga semua bumbu yang ada kita kembalikan juga. 

Kenyang makan masih sempet minum sebotol wine lagi donk. Hebat deh malam itu, perut udah kaya karet. Setelah berasa mabok, tidur juga deh...

Bangun-bangun paginya, gw liat banyak sekali kanguru bertebaran sedang makan rumput. Sehari sebelumnya, udah sempet nanya sama resepsionis, boleh ga kanguru dideketin. Boleh, tapi hati-hati. Biasanya mereka akan kabur duluan juga. Dan bener sih, kalau dari rada jauh mereka cuek, begitu deket banget, kanguru-kanguru itu akan kabur... Sempet ngevideoin pas kangurunya lagi lompat-lompatan. Lucuuuu banget. Ada beberapa hewan lain juga yang berkeliaran di daerah situ. Ada segerombolan burung kakak tua yang begitu kita bawa makanan langsung berkerumun.
kangaroo everywhere
Setelah beberes dan check out, sempet mampir dulu ke reservoir yang kita liat waktu foto-foto di lookout. Lalu kita jalan ke Ballarat. Di Ballarat makan siang di KFC karena pengen cepet, terus sempet muterin kotanya sebentar sebelum jalan lagi ke arah Geelong.
Selfie di reservoir
Ballarat center
Begitu sampe di Geelong udah menjelang jam makan malam. Mampir ke pizzeria yang dikasih tahu sama bartender hotel dan kayaknya salah pesen. Dari 2 pizza yang kita pesen, satunya kurang enak, satunya ok. Pesen garlic bread juga dan lumayan enak, sisa pizza sama garlic bread yang ga kita abisin jadinya buat sarapan keesokan paginya. Malam itu kita dapet free drink lagi di hotel, jadi mampir ke bar dan ketemu sama bartender yang sama. Sempet dikasih segelas minuman gratis juga. Bingung kenapa bartender-bartender di kota kecil murah hati sekali. Kalau di kota gede pilihan minumannya aja sering dibatasi.

Hari berikutnya kita naik ferry ke area Mornington Peninsula. Mornington Peninsula ini banyak area kecil-kecil, selain pemandangan alam, ada kebun anggur, ada permandian air panas, dll. Selain berkendara ke sekeliling dan menikmati pemandangan, kita ke area puncak namanya Arthur's Seat kemudian ke Murrays Lookout ga jauh dari Arthur's Seat. Agak bingung mau jalan ke mana lagi, jujur aja untuk area ini gw ga banyak browsing, saking ribet beberapa saat sebelom trip ini, ada beberapa spot yang gw ga terlalu browsing detail mau ke mana aja. Karena udah jam makan siang, akhirnya cari tempat makan. Di zomato nemu cafe namanya The Winey Cow yang menyediakan Australian brunch. Reviewnya menarik, jadi makan di situ. Servicenya lambaaattt bener, tapi makanannya enak-enak. Kopi, chai tea, dan coklatnya juga ok. Gw bukan penggemar chai tea sih, tapi temen gw bilang itu salah satu chai tea terenak yang pernah dia minum.
Ferry Port
Mornington Peninsula
Murray's Lookout
Abis makan, kita berkeliling sebentar di area itu, kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke Melbourne.

No comments:

Post a Comment